Perawatsupri

Gangguan Konsep Diri

Posted on: Juni 30, 2008

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI

Oleh : Suprianto

Tujuan Pembelajaran :

Setelah mengikuti mata kuliah ini, peserta didik mampu :

- Mengidentifikasi empat dimensi personal dan sosial tentang konsep diri

- Menjelaskan kembali penjelasan Erikson tentang pengaruh tugas-tugas psikososial pada konsep diri dan harga diri

- Menguraikan empat komponen konsep diri

- Mengidentifikasi stressor umum dan strategi koping yang mempengaruhi konsep diri

- Menguraikan aspek penting pengkajian hubungan peran

- Mengidentifikasi diagnosa keperawatan yang berhubungan dengan perubahan konsep diri

- Menguraikan intervensi keperawatan yang disusun untuk mencapai identitas yang diharapkan dari klien dengan gangguan konsep diri

- Menguraikan cara-cara untuk meningkatkan harga diri klien

Pendahuluan

Konsep diri adalah salah satu gambaran mental seseorang. Konsep diri yang positif adalah penting untuk kesehatan mental dan fisik seseorang. Individu dengan konsep diri yang positif akan mampu secara lebih baik mengembangkan dan mempertahankan hubungan interpersonal, melawan penyakit psikologis dan fisik. Individu yang memiliki konsep diri yang kuat seharusnya mempunyai kemampuan yang lebih untuk menerima atau beradaptasi dengan perubahan yang terjadi selama hidupnya.

Perawat bertanggung jawab tidak hanya untuk mengidentifikasi orang dengan konsep diri negatif, tetapi juga untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab konsep diri negatif, untuk membantu mengembangkan pandangan yang lebih positif dari dirinya. Individu yang mempunyai konsep diri yang jelek mungkin mengekspresikan perasaan tidak berharga, tidak menyukai dirinya sendiri atau bahkan membenci dirinya sendiri yang mungkin diarahkan pada orang lain. Individu dengan konsep diri jelek mungkin merasa sedih atau putus asa dan mungkin menyatakan tidak mempunyai kekuatan untuk menyelesaikan tugas sederhana.

Konsep Diri

Konsep diri meliputi semua persepsi diri terhadap ……………………..(1) , ………………… (2) dan ……………………..(3) yang mempengaruhi perilaku dan yang berhubungan dengan penggunaan kata “saya” atau “aku”. Konsep diri adalah ide kompleks yang mempengaruhi :

4.

5.

6.

7.

8.

Empat dimensi konsep diri adalah :

  1. Self-knowledge : …………………………….. ………………… ……….. ……….. ………. …. ……………………………………………………………………………………………………………………
  2. Self-expectation : …………………………….. ………………… ……….. ……….. ………. …. ……………………………………………………………………………………………………………………
  3. Social self : …………………………….. ………………… ……….. ……….. ………. …. …………. …………………………… …………………………………………………………………………….
  4. Social evaluation : …………………………….. ………………… ……….. ……….. ………. …. ……………………………………………………………………………………………………………………

Seseorang yang menilai “Bagaimana saya merasa sebagai saya” diatas “Bagaimana orang lain merasa sebagai saya” dapat disebut sebagai ………………… (13). Mereka berusaha keras untuk menikmati hidup pada pengharapan diri mereka sendiri dan dirinya dianggap paling sempurna. Berbeda pada yang betul-betul berfokus pada …….. …………. (14) , orang sangat membutuhkan persetujuan orang lain dan berusaha keras untuk menikmati hidup pada pengharapan orang lain, membandingkan, bersaing dan mengevaluasi diri mereka dalam hubungan dengan orang lain. Mereka cenderung tidak menghadapi kelemahan diri mereka, tidak mampu untuk menyatakan diri dan takut dihina. Oleh karena itu konsep diri yang positif adalah ……………. ………… (15) dan dibentuk dengan saran orang lain yang minimal.

Assessmen dan promosi konsep diri yang positif tidak terbatas pada tindakan perawat pada klien. Konsep diri sendiri seorang perawat juga penting. Perawat yang memahami perbedaan dimensi diri mereka akan lebih mampu untuk memahami kebutuhan, harapan, perasaan dan konflik pada pasiennya. Perawat yang merasa positif tentang dirinya akan lebih suka membantu klien memenuhi kebutuhannya.

Kesadaran diri berkenaan dengan hubungan antara persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri dan persepsi orang lain terhadap dirinya. Jadi, seorang perawat yang sangat sadar diri mempunyai persepsi yang sangat relevan. Menjadi lebih sadar adakah suatu proses yang membutuhkan waktu dan energi dan tidak pernah sempurna. Satu komponen penting dari proses sadar diri adalah ……………….. (16), yang berhubungan dengan kepercayaan, sikap, motivasi, kekuatan dan kelemahan diri sendiri (Eckroth-Bucher, 2001).

Perawat yang pemahaman dan kesadaran dirinya berkembang dengan baik, dapat menghormati dan menghindari menonjolkan dirinya sendiri di atas orang lain. Dalam peranan sebagai pemberi asuhan, kesadaran diri perawat adalah kemampuan untuk menangguhkan keputusan dan berfokus pada kebutuhan klien. Saat terjadi konflik, perawat dapat menganalisa reaksi ditimbulkan melalui introspeksi dan bertanya :

17. ………………………………………………………………………………………………………………………

18. ………………………………………………………………………………………………………………………

19. ………………………………………………………………………………………………………………………

PEMBENTUKAN KONSEP DIRI

Seseorang tidak terlahir dengan konsep diri. Konsep diri berkembang sebagai hasil dari …………………………………………..(20). Menurut Erikson (1963), sepanjang hidup orang dihadapkan pada tugas perkembangan yang secara teori berhubungan dengan 8 tahap psikososial. Keberhasilan seseorang menyelesaikan ……………. ………………. ..(21) ini besar pengaruhnya pada perkembangan konsep diri. Ketidakmampuan untuk mengatasi tugas perkembangan ini berakibat terjadinya masalah konsep diri pada waktu dan intensitas di kemudian hari.

Secara garis besar ada 3 tahap perkembangan konsep diri seseorang :

22. Bayi belajar bahwa ………. ……….. …………. …………. …………. ……………. ……… ………….

23. Anak-anak ………. ……….. …………. …………. …………. ……………. ……… ………….

24. Anak-anak dan orang dewasa …… …………. …………. ……………. ……… ………….

Perhatian orang terhadap konsep dirinya adalah pada bagaimana menerima dan mengevaluasi diri sendiri terhadap :

25. Prestasi kerja

26. ……………………………………………………………………………………………………………………

27. ……………………………………………………………………………………………………………………

28. ……………………………………………………………………………………………………………………

29. ……………………………………………………………………………………………………………………

30. ……………………………………………………………………………………………………………………

31. ……………………………………………………………………………………………………………………

32. ……………………………. …………………………… ………………………………. ……………………….

KOMPONEN KONSEP DIRI

Ada 4 komponen konsep diri yang meliputi identitas personal, gambaran diri, penampilan peran / prestasi dan harga diri.

Identitas Personal

Identitas personal seseorang adalah ……………………………. …………………………… ………………………………. ……………………….. (33) Orang sering memandang identitas dirinya dalam pengertian ………….. (34), ……… …………… (35), ………….. (36), …………..(37), ………….. (38)/ budaya, ………….. (39), bakat dan karakteristik situasi yang lainnya seperti status pekawinan dan tingkat pendidikan.

Identitas personal juga meliputi ………….. (40) dan …………..(41), ………….. (42) dan ………….. (43). Bagaimana dengan watak yang ramah, bersahabat, pendiam, dermawan dan egois ? Jadi identitas personal meliputi hal-hal yang nyata dan faktual seperti nama dan jenis kelamin; dan yang tidak nyata seperti nilai dan kepercayaan. Identitas adalah apa yang membedakan seseorang dengan orang lain.

Seseorang dengan identitas yang kuat mempunyai keutuhan gambaran diri, penampilan peran dan harga diri dalam konsep diri yang utuh. Pemahaman terhadap identitas ini mendorong kelangsungan dan keutuhan seseorang untuk menjadi dirinya sendiri sebagai seorang yang unik.

Gambaran diri

Gambaran diri secara fisik atau body image adalah ………….. ………….. ………….. ………….. ………….. …………… (44). Gambaran diri mencakup aspek kognitif dan afektif. Kognitif adalah …………..(45) tentang bagian-bagian tubuh dan struktur penunjang; afektif meliputi ………….. (46) seperti nyeri, menyenangkan, kelelahan dan gerakan tubuh. Gambaran diri adalah ringkasan dari sikap, kesadaran dan tidak yang seseorang rasakan terhadap tubuhnya.

Gambaran diri mencakup fungsi tubuh dan bagian-bagian tubuh, yang meliputi berpakaian, berdandan, gaya rambut, perhiasan dan benda-benda lain yang melekat pada tubuh seseorang. Gambaran diri juga meliputi prosthese tubuh seperti tangan, gigi, rambut palsu; alat bantu yang diperlukan agar tubuh berfungsi dengan baik sperti kursi roda, tongkat dan kaca mata.

Gambaran diri seseorang berkembang sebagian dari ………….. (47) dan ………….. (48) orang lain terhadap eksplorasi tubuhnya. Sebagai contoh, gambaran diri yang berkembang dalam diri anak-anak sebagai orang tua atau pengasuh merespon pada anak dengan tersenyum, memegang, menyentuh dan sebagai anak ia mengeksplorasi dirinya sendiri selama menyusui dan menghisap ibu jari. Kultur dan nilai-nilai sosial juga mempengaruhi gambaran diri seseorang.

Penampilan Peran (Role)

Selama perjalanan hidup orang mengalami sejumlah perubahan peran. Peran adalah ………….. ………….. ………….. ………….. ………….. ………….. ………….. (49). Penampilan peran berkenaan dengan apakah seseorang dalam peran tertentu ………….. ………….. ………….. ………….. ………….. ………….. (50). Penguasaan peran berarti bahwa ………….. ………….. (51) sesuai dengan harapan masyarakat. Harapan atau standar perilaku suatu peran, ditentukan oleh masyarakat, peradaban atau kelompok kecil tempat seseorang tinggal. Tiap-tiap orang biasanya mempunyai beberapa peran seperti sebagai suami, orang tua, saudara, anak, karyawan, teman dan anggota kelompok keagamaan. Beberapa peran diterima hanya untuk waktu tertentu, seperti sebagai klien, mahasiswa atau orang sakit. ………….. ………….. (53) melibatkan sosialisasi ke dalam peran tertentu. Sebagai contoh, mahasiswa keperawatan disosialisasikan ke dalam dunia perawat setelah mendapat pengarahan dari intruktor, pengalaman klinik, klasikan, praktek laboratorium dan seminar-seminar.

Untuk dapat melakukan peran secara tepat, seseorang perlu mengetahui siapa yang dihadapi dan apakah masyarakat mengharapkan posisi yang diembannya. Peran ………….. (54) terjadi ketika harapan tidak jelas dan orang tidak mengetahui apa yang dikerjakan atau bagaimana mengerjakannya dan tidak mampu untuk membayangkan reaksi orang lain terhadap perilakunya. Kegagalan seseorang menjalankan suatu peran menimbulkan frustasi dan perasaan tidak berguna, sering diikuti dengan harga diri rendah.

Konsep diri juga dipengaruhi oleh ketegangan peran dan konflik peran. Seseorang yang mengalami ………………….. (55) peran akan kecewa karena merasa atau dibuat merasa tidak mampu atau tidak pantas dengan peran itu. Ketegangan peran sering berkaitan dengan stereotipe peran menurun jenis kelamin. Sebagai contoh, wanita dalam pekerjaan tradisional yang dipegang oleh pria dianggap kurang mempunyai pengetahuan dan kompetensi dibanding pria dalam peran yang sama.

……………… …………. (56) timbul dari harapan yang tidak cocok / bertentangan. Dalam suatu konflik interpersonal, orang mempunyai perbedan harapan tentang suatu peran tertentu. Sebagai contoh, nenek mungkin mempunyai harapan yang berbeda dengan ibu tentang bagaimana ia seharusnya merawat anak-anaknya. Dalam suatu konflik antar-peran, harapan orang perorang atau kelompok berbeda dengan harapan orang atau kelompok yang lain. Sebagai contoh, seorang wanita yang mempunyai sedikit kemudahan dalam jadual kerja penuh waktu yang dijalankan mempunyai suatu konflik jika suaminya mengharapkan ia menyelesaikan semua perihal perawatan anaknya. Dalam suatu konflik peran personal, harapan peran mengganggu keyakinan atau nilai dari peran bekerja. Konflik peran dapat membawa kepada suatu ketegangan, menurunkan harga diri dan memalukan jika tidak diatasi.

Harga Diri

Harga diri adalah ………….. ………….. ………….. ………….. /………….. /……………………………………, ………….. ………….. ………….. ………….. ………….. (57) dibandingkan dengan orang lain dan ideal dirinya. Jika harga diri seseorang tidak sesuai dengan ideal dirinya, kemudian terjadilah konsep diri yang rendah.

Terdapat 2 jenis harga diri : ………….. (59) dan …………… (60) Harga diri global adalah seberapa besar seseorang menyukai dirinya sendiri secara utuh. Harga diri spesifik adalah seberapa besar seseorang mengenali bagian tertentu dari dirinya. Harga diri global dipengaruhi oleh harga diri spesifik. Sebagai contoh, seorang pria menilai tampannya akan berpengaruh kuat terhadap harga diri globalnya. Ini akan berbeda jika seorang laki-laki memberikan nilai kecil akan ketrampilannya dalam memasak, karena kepandaian atau tidak ia memasak mempunyai pengaruh minimal pada harga diri globalnya.

Harga diri diperoleh dari ………….. (61) dan ………….. (62). Pada masa bayi, harga diri berhubungan dengan penilaian dan dukungan pengasuhnya. Kemudian harga diri masa kanak-kanak dipengaruhi oleh persaingan dengan orang lain. Sebagai orang dewasa, seseorang yang mempunyai harga diri tinggi punya perasaan berarti, kecakapan dan kemampuan untuk mempertahankan hidup dan pengawasan yang melebihi takdirnya. Dasar dari harga diri ditegakkan selama pengalaman hidup awal, biasanya dalam struktur keluarga. Akan tetapi, harga diri yang melebihi tingkat fungsional orang dewasa dapat mengubah secara nyata dari hari ke hari dan peristiwa ke peristiwa. Harga diri fungsional adalah hasil dari evaluasi berkelanjutan orang terhadap interaksi dengan orang atau benda. Fungsi harga diri dapat melebihi harga diri dasar, atau dapat mundur ke tingkat yang lebih rendah dari harga diri dasar. Stress hebat sebagai contoh, stress berhubungan dengan penyakit atau mengganggur lama, dapat menurunkan harga diri seseorang secara berarti. Orang sering berfokus pada aspek negatif mereka dan hanya melihat sedikit aspek positifnya. Hal ini penting bahwa kekuatan dan kelemahan harus sama-sama diketahui.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSEP DIRI

Banyak faktor yang mempengaruhi konsep diri seseorang. Faktor utama adalah perkembangan, keluarga dan budaya, stressor, SDM, riwayat keberhasilan dan kegagalan dan penyakit.

(uraikan)

Perkembangan

Keluarga dan Budaya

Stressor

Resources

Riwayat Keberhasilan dan Kegagalan

Penyakit

About these ads

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: